Bagaimana Hukum VCS?

Thalib: III/110,

أما النظر والإصغاء لما ذكر عند خوف الفتنة أي الداعي إلى جماع أو خلوة أو نحوهما فحرام

“Hukum melihat dan mendengarkan kepada sesuatu yang telah disebutkan (aurat perempuan) ketika dikhawatirkan fitnah adalah haram. Yang dimaksud fitnah di sini adalah faktor yang mendorong seseorang untuk berjima’ (berzina), khalwah, dan sejenisnya”.

Menurut pendapat yang lain, melihat dari balik cermin adalah diharamkan secara mutlak. Pendapat ini diungkapkan oleh Abu al-Hasan bin al-Qatthan dalam kitab Ihkam al-Nadzar fi Ahkam al-Nazdar bi Hassah al-Bashar: 322-323 sebagai berikut,

مسألة: كل ما قلنا: إنه لا يجوز أن ينظر إليه الرجل، أو غيره من عورة أو شخص، فإنه لا يجوز أن ينظر إلى المنطبع منه في مرآة أو ماء أو جسم صقيل وإنما لم يجز ذلك؛ لأن المرآة قد أدّت إلى الناظر من صفة المنطبع فيها، أكثر مما أدَّته المرأة الواصفة لزوجها امرأة أخرى، ولأنه في الحقيقة قد نظر إلى ذلك الشيء بعينه، لكن إما بانعكاس الأشعة أو على وجه آخر مما قيل في سبب الإِدراك، مما ليس على الفقيه اعتباره، فاعلم ذلك

“Sebagaimana tidak boleh melihat aurat orang lain, juga tidak boleh melihatnya dengan media cermin, pantulan air, atau sesuatu yang berkilau. Hal itu tidak dibolehkan karena dua alasan. Pertama, cermin yang memantulkan aurat orang lain dapat berdampak lebih parah dari pada keharaman seorang istri yang menceritakan aurat wanita lain kepada suaminya. Kedua, sejatinya seseorang yang melihat dari balik cermin adalah melihat kepada sosok objek yang di balik cermin tersebut, bukan hanya sekedar bayangannya saja. Hanya saja penglihatan tersebut melalui pantulan cahaya atau dengan media yang sejenisnya”.

Pendapat ini tidak seperti dari pendapat ulama-ulama lainnya. Menurut pendapat ini, objek yang dilihat melalui video call tidak hanya dinilai sebagai gambar atau bayangan saja, melainkan objek tersebut adalah hakikat dari sosok yang berada di balik layar tersebut. Oleh karena itu, hukum dari praktik Video Call Sex adalah haram menurutnya.

Alhasil, hukum dari praktik Video Call Sex bagi pasangan yang belum berstatus suami-istri adalah haram. Kendatipun ada pendapat ulama yang mengatakan boleh lantaran yang dilihat hanyalah bayangan semata, namun kebolehan tersebut masih dibatasi dengan kondisi tidak bersyahwat dan tidak menimbulkan fitnah. Dan pada realitanya, video call bagi sebagian pasangan kekasih dijadikan alat sebagai media untuk melampiaskan hawa nafsu, sekaligus berpotensi mengantarkan kepada perzinaan.

WaAllah A’lam bi al-Shawab. [HW]

0 komentar:

Posting Komentar