pemahaman pribadi orang Muhammadiyah

PEMAHAMAN PRIBADI : ORANG MUHAMMADIYAH

Dulu kalau waktu kecil melihat orang muhammadiyah, seperti ana melihat orang SALAFI yang sekarang. 

Cuma bedanya, dalam pandangan ana pribadi, berdakwahnya orang SALAFI dlm menyebarkan Al haq kepada seluruh kaum muslim, mereka lebih berani, lebih terbuka serta militan dalam menghadapi tantangan dan resiko, sedang muhammadiyah lebih banyak fokus di kalangan mereka saja.

Orang muhammadiyah dulu benar benar nggak mau hadir kalau diundang yasinan atau tahlilan selamatan kematian. Bahkan kalau dikirimi nasi berkat, mereka nggak mau makan tapi malah dikasihkan ke tetangga sebelahnya atau orang lain.

Orang muhammadiyah dulu kalau diejek dalam ceramah ceramah, suka diplesetin namanya jadi "samandiyah" sebagai bahan lelucon.

Namun biarpun mereka sering diejek dan digunjing karena nggak suka tahlilan atau yasinan, orang muhammadiyah dulu sabar sabar, nggak mau balas bahkan kalau lihat tetangga ada yg meninggal, mereka tetap datang takziah (berbelasungkawa) dengan kirim beras dan uang untuk meringankan beban keluarga yg meninggal. 

Sedikitpun mereka nggak mau menambahi beban tetangga yg lagi kesusahan, apalagi tetangganya itu dilihatnya dari keluarga yg miskin.

Saudara kandung mendiang ibu ana, ada dua orang yg beragama kristen protestan. Yang satu mendiang paman ana seorang pendeta di malang jawa timur, dan yg satunya lagi bibi ana, dulunya juga seorang protestan, namun alhamdulillah setelah menikah dengan orang muhammadiyah dr banyuwangi, bibi ana menjalankan keislamannya dgn baik, sampai terakhir beliau meninggal.

Dulu paman ana yg orang muhammadiyah itu, kalau berkunjung ke rumah orangtua ana, senang kalau lihat ana yg waktu kecil itu suka sarungan dan pakai songkok, seperti kebanyakan masyarakat NU.

Ibu ana kalau cerita ttg paman ana yg orang muhammadiyah selalu banyak memuji : 

"Itu kamu tiru pamanmu...orangnya nggak pernah merokok, sama bibimu juga sangat sayang sekali. Kalau ingin makan ayam, bibimu nggak boleh ngapa2 in, dari menyembelih, dibersihkan sampai ayam sudah siap dimasak, semua dikerjakan oleh pamanmu sendiri. Orangnya penyayang dan sangat sabar mirip kakekmu, tutur bahasanya halus, adab dan tatakramanya tinggi, makanya anak anaknya nggak ada yg nakal.."

Lain muhammadiyah dulu, lain pula muhammadiyah yg sekarang. 

Ana lihat, sebagian dr orang muhammadiyah yg masih teguh pendirian dgn pemahamannya yg dulu, tak sedikit sekarang yg mengikuti aqidah dan manhaj salaf.

Namun ada pula, sekarang yang pada akhirnya ikut ikutan melakukan bid'ah, terjun ke politik bahkan ada yg terang terangan ikut aliran sesat dan membela pemahaman yg menyimpang (seperti haroki dan khawarij).

Semoga Allah memberi kebaikan kepada para pendahulu muhammadiyah dan banyak memberi hidayah serta petunjuk kepada generasi muhammadiyah yang sekarang untuk kembali mengikuti jejak pemahaman para salafush shalih yg pernah dirintis dan diamalkan oleh para pendahulu mereka sebelumnya, Aamiin.

0 komentar:

Posting Komentar