Ramadhan ramadhan gini, ngurusi orang lain, fokus ibadah saja lah.
Demikian seloroh sebagian orang, baik di dunia nyata atau maya.
Sekilas indah sekali memang, namun pernahkah anda merenungkan konsekwensi ucapan ini dengan seksama?
Bayangkan, andai polisi juga berkata yang sama, para juru dakwah juga demikian, dan semua orang juga demikian, maka para pelaku kemungkaran serasa mendapat angin surga untuk melancarkan kejahatannya.
Sudah sepatutnya anda mengambil pelajaran dari kisah yang Allah abadaikan dalam Al Qur'an berikut ini. Coba bandingkan ucapan anda dengan ucapan sebagian orang yang dikisahkan dalam ayat ayat berikut:
وَإِذَ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا اللّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ {164}فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ أَنجَيْنَا الَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوءِ وَأَخَذْنَا الَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابٍ بَئِيسٍ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ {165} فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَاسِئِينَ
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang (kalau) Allah kehendaki maka Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa".
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasihati kaum yang (kalau) Allah kehendaki maka Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa".
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan keji dan Kami timpakan kepada orang-orang yang lalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (Al A'araf 164-165)
Coba camkan: pelaku kemaksiatan akhirnya ditimpa siksa, sedangkan penjuang kebenaran yang jatuh bangun mencegah kemungkaran diselamatkan.
Adapun orang yang semula berkata "sok bijak" dengan memilih berpangku tangan melihat kemaksiatan merajalela, tidak dikisahkan apakah termasuk yang diselamatkan karena tidak ikut berbuat dosa, atau termasuk yang dibinasakan karena membiarkan kemaksiatan merajalela.
Nah, bagaimana dengan diri anda selama ini kawan?
Kawan, "bijak" itu dengan ilmu bukan dengan perasaan, karena itu agar anda semakin bijak dan semakin memahami aplikasi kebijakan dalam dunia nyata dan dalam berbagai kondisi, ada baiknya anda terus membekali diri dengan ilmu bukan dengan semangat menggebu semata tanpa kendali ilmu yang cukup.
Sayang STDI Imam Syafii - Jember telah tutup pintu pendaftaran, makanya saya sarankan anda untuk segera bergabung dengan lembaga pendidikan atau menimba ilmu dengan guru guru yang mumpuni, sehingga anda benar benar bisa bersikap arif.
Selamat merenung kawan.
0 komentar:
Posting Komentar