﷽
UNSUR H A R A M DALAM MEMANCING IKAN
______________________________________________
Kajian Rabu ba'da Subuh 11 Jumadil akhir 1441 H
Kitab Bulughul Maram bab Jual beli
Hobi memancing ikan ?
Banyak di sekitar kita tentu banyak di jumpai saudara-saudara kita yang gemar memancing ikan atau sekedar hobi , atau tempat pelarian dari kepenatan permasalahan hidup juga sekedar mengisi waktu luang .
Unsur haram dalam memancing ikan
Salah satu unsur JUDI dalam memancing ikan misalnya ketika dalam pemancingan beaya memancing 100 rb kemudian berapapun ikan yang di dapat boleh di bawa pulang , bisa jadi
si A memancing mendapat 4 kg ikan
si B memancing mendapat 2,5 kg ikan
si C memancing mendapat 3 kg
Di mana haramnya ?
Ketika akan memancing tentu belum mengetahui berapa banyak ikan yang akan di dapat oleh si A, B, juga C dan sesuai peraturan perjanjiannya berapapun ikan yang di dapat boleh di bawa pulang tanpa menambah atau mengurangi Beaya memancing di awal sebesar 100 rb inilah unsur gharar ( belum jelasnya berapa banyak jumlah yang di dapat )
Berbeda hukumnya ketika Peraturan nya pembayaran awal 100 rb kemudian setelah selesai di timbang ternyata si A mendapat ikan 3 kg , dan 1 kg ikan di hargai 25 rb misalnya , sehingga pihak pengelola pemancingan mengembalikan 25 rb ke si A , atau sebaliknya si B mendapat ikan 5 kg karena harga 1 kg ikan 25 rb maka si B harus membayar kekurangan sebesar 25 rb kepada pihak pengelola pemancingan
Berikut penjelasan dalil dari hadits
Hadits No. 816
Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ melarang jual-beli dengan cara melempar batu dan jual-beli gharar (yang belum jelas harga, barang, waktu dan tempatnya) .
( HR. Muslim )
َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( نَهَى رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ بَيْعِ اَلْحَصَاةِ, وَعَنْ بَيْعِ اَلْغَرَرِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Melihat catatan amal kita kelak , perbuatan2 apa yang pernah kita lakukan semua lengkap akan dipertanggungjawabkan di hadapanNya .
Firman Allah ﷻ ;
وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
“Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: “Aduhai celaka kami, Kitab apakah Ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun”. ( QS. al-Kahfi: 49 )
والله تعالى أعلم
Keutamaan menunjukkan kebaikan :
Dari Ibnu Mas'ud رضي الله عنه bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menunjukkan (seseorang) kepada kebaikannya, ia memperoleh pahala seperti pahal orang yang melakukannya." ( HR. Muslim )
َوَعَنْ أَبِي مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
[ Bulughul Maram no. 1494 ]
بارك الله فيكم
▫️ Jumadil akhir 1441 H
0 komentar:
Posting Komentar