Doa Rezeki

Doa Rezeki


Arab


اللَّهُمَّ يَا اللَّهُ يَا رَبَّ خَالِقَ كُلِّ شَيْءٍ، اجْعَلْنَا سَبَبًا لِلرِّزْقِ لِجَمِيعِ مَخْلُوقَاتِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْعِبَادَةِ، وَأَهْلِ الصَّدَقَةِ، وَأَهْلِ الْعِلْمِ، وَنَجِّنَا.


Latin


Allāhumma yā Allāh, yā Rabb khāliqa kulli shay’, ij‘alnā sababān lir-rizqi lijamī‘i makhlūqātika, waj‘alnā min ahli al-‘ibādah, wa ahli ash-shadaqah, wa ahli al-‘ilm, wa najjinā.


Terjemahan Indonesia


“Ya Allah, wahai Tuhan, Pencipta segala sesuatu. Jadikanlah kami sebagai perantara rezeki bagi seluruh makhluk ciptaan-Mu. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang ahli dalam ibadah, ahli dalam bersedekah, dan ahli dalam ilmu, serta selamatkanlah kami.”

Berwudhu Saat Makan Mencegah Berbuat Dosa dan Maksiat serta Mencegah Kemiskinan

Manfaat Makan dalam Keadaan Berwudhu


Sebagai Jalan Menjaga Keberkahan Rezeki dan Kesucian Jiwa


Pendahuluan


Dalam ajaran Islam, wudhu bukan sekadar syarat sah ibadah seperti shalat, melainkan juga sarana penyucian lahir dan batin. Wudhu memiliki dimensi spiritual yang sangat luas, mencakup penjagaan hati, pengendalian nafsu, dan pembuka keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu adab yang diajarkan oleh para ulama salaf dan guru-guru tasawuf adalah makan dalam keadaan berwudhu.


Walaupun makan tidak disyaratkan harus berwudhu secara fikih, kebiasaan ini memiliki nilai adab dan hikmah yang mendalam. Banyak ulama menekankan bahwa makan dengan wudhu dapat menjadi sebab terjaganya rezeki dari kefakiran dan menjauhkan pelakunya dari perbuatan dosa dan maksiat.



---


1. Wudhu sebagai Pembuka Keberkahan Rezeki


Dalam Islam, rezeki tidak hanya diukur dari banyaknya harta, tetapi dari keberkahannya. Harta yang sedikit namun penuh keberkahan jauh lebih menenangkan dibanding harta melimpah yang mengundang kegelisahan dan dosa.


Wudhu adalah ibadah yang mendatangkan rahmat. Ketika seseorang makan dalam keadaan berwudhu, ia sedang menggabungkan aktivitas duniawi dengan kesadaran ibadah. Makanan yang masuk ke tubuhnya bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi menjadi energi yang suci, sehingga apa yang dihasilkan dari tenaga tersebut—usaha, kerja, dan keputusan hidup—juga lebih terjaga dari hal-hal yang haram.


Para ulama menyebutkan bahwa:


> “Makanan yang dimakan dengan kesucian akan melahirkan ketaatan, sedangkan makanan yang dimakan dalam kelalaian akan menguatkan hawa nafsu.”




Dari sinilah hubungan antara wudhu dan pencegahan kemiskinan dapat dipahami. Kemiskinan dalam Islam seringkali tidak hanya disebabkan oleh kurangnya harta, tetapi juga oleh hilangnya keberkahan akibat dosa dan kelalaian.



---


2. Menjaga Diri dari Sifat Boros dan Tamak


Orang yang terbiasa berwudhu sebelum makan cenderung lebih tenang, sadar, dan tidak tergesa-gesa. Ia makan dengan adab, tidak rakus, dan lebih mampu mengendalikan hawa nafsu. Sifat rakus dan tamak adalah pintu awal banyak masalah ekonomi, seperti:


Boros


Hutang yang tidak perlu


Mencari rezeki dengan cara yang haram


Tidak merasa cukup dengan apa yang dimiliki



Dengan wudhu, seseorang mengingat bahwa Allah sedang mengawasinya. Kesadaran ini membuatnya lebih qana’ah (merasa cukup), dan qana’ah adalah kunci terhindar dari kefakiran batin dan lahir.



---


3. Wudhu Melemahkan Dorongan Maksiat


Secara spiritual, wudhu memiliki efek menenangkan jiwa dan meredam gejolak nafsu. Air wudhu yang menyentuh anggota tubuh diyakini oleh para ulama sebagai sarana gugurnya dosa-dosa kecil.


Ketika seseorang makan tanpa wudhu, dalam keadaan lalai dan tergesa-gesa, makanan itu dapat menguatkan hawa nafsu. Namun ketika makan dilakukan dalam keadaan suci:


Pikiran lebih jernih


Hati lebih lembut


Nafsu lebih terkendali



Hal ini sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang setelah makan. Energi yang dihasilkan dari makanan tersebut tidak mendorong kepada maksiat, melainkan kepada aktivitas yang lebih positif dan bermanfaat.



---


4. Hubungan Makanan, Hati, dan Perilaku


Dalam Islam, hati memiliki peran sentral. Apa yang masuk ke perut akan berpengaruh langsung pada hati. Jika hati bersih, maka perilaku akan baik. Jika hati kotor, maka dosa dan maksiat mudah dilakukan.


Makan dalam keadaan berwudhu adalah bentuk penjagaan hati sejak awal. Orang yang menjaga adab makan akan lebih mudah menjaga:


Lisan dari ghibah dan dusta


Mata dari pandangan haram


Tangan dari perbuatan zalim


Kaki dari melangkah ke tempat maksiat



Dengan demikian, wudhu sebelum makan menjadi benteng awal dalam mencegah dosa.



---


5. Tradisi Ulama dan Orang Saleh


Banyak ulama terdahulu yang tidak mau makan kecuali dalam keadaan berwudhu. Mereka meyakini bahwa ilmu, amal, dan rezeki sangat bergantung pada kesucian lahir dan batin.


Imam-imam tasawuf mengajarkan bahwa:


> “Barang siapa menjaga wudhunya, maka Allah akan menjaga kehidupannya.”




Kehidupan yang dijaga oleh Allah mencakup:


Rezeki yang cukup


Dijauhkan dari kefakiran


Hati yang selamat dari maksiat


Amal yang dimudahkan




---


6. Kemiskinan sebagai Akibat Kelalaian Spiritual


Dalam banyak kasus, kemiskinan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga akibat dari:


Banyaknya dosa


Hilangnya rasa syukur


Jauhnya diri dari adab


Meremehkan perkara kecil yang membawa keberkahan



Makan tanpa wudhu mungkin terlihat sepele, tetapi kebiasaan meremehkan adab-adab kecil inilah yang perlahan mengikis keberkahan hidup.



---


Penutup


Makan dalam keadaan berwudhu adalah amalan sederhana namun sarat makna. Ia mengajarkan bahwa setiap aktivitas hidup dapat menjadi ibadah jika dilakukan dengan kesadaran kepada Allah. Dengan menjaga wudhu saat makan, seseorang sedang menjaga:


Keberkahan rezekinya


Kesucian hatinya


Kendali atas hawa nafsunya


Jarak dirinya dari dosa dan maksiat



Kebiasaan ini, jika dilakukan secara istiqamah, dapat menjadi salah satu sebab terhindarnya seseorang dari kemiskinan lahir dan batin, serta menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih tenang, cukup, dan diridhai Allah SWT.


Doa

 Doa

📜 Teks Arab


يَا اللَّهُ يَا خَالِقَ الْخَلْقِ وَمُقَدِّرَ التَّقْدِيرِ، إِنَّا نَحْنُ وَجَمِيعُ الْمَخْلُوقَاتِ خَلْقُكَ، نَعُوذُ بِكَ مِنَ الشِّرْكِ، وَالنِّفَاقِ، وَالْفِسْقِ، وَالْفَقْرِ، وَالْكُفْرِ أَبَدًا، وَنَعُوذُ بِكَ يَا اللَّهُ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَبَدًا.



📖 Latin (Transliterasi):

Yā Allāhu yā Khāliqal-khalqi wa muqaddirat-taqdīr, innā naḥnu wa jamī‘al-makhlūqāti khalquka, na‘ūdhu bika minasy-syirki, wan-nifāqi, wal-fisqi, wal-faqri, wal-kufri abadan, wa na‘ūdhu bika yā Allāhu min syarri kulli syai’in abadan.


🌿 Terjemahan Indonesia:

“Wahai Allah, Tuhan Yang Maha Menciptakan segala makhluk dan Menetapkan segala takdir.

Sesungguhnya kami dan seluruh makhluk adalah ciptaan-Mu.

Kami berlindung kepada-Mu dari kemusyrikan, kemunafikan, kefasikan, kefakiran, dan kekafiran untuk selamanya.

Dan kami berlindung kepada-Mu, wahai Allah, dari kejahatan segala sesuatu untuk selamanya.”

Ruqyah Hipotalamus

 Ruqyah Hipotalamus


Arab:

اللّهُمّ طَهِّرْ قَلْبِي وَعَقْلِي مِنَ الشَّرِّ وَالأفكار الضّارَّة، وَاحْفَظْ دِمَاغِي وَنَفْسِي مِنْ كُلِّ سُوءٍ، وَاجْعَلْ قُوَّتِي وَنَفْسِي خَاضِعَةً لِأَمْرِكَ.


Latin (Transliterasi):

Allahumma tahhir qalbi wa ‘aqli min ash-sharri wa al-afkār ad-dhārrah, wahfazh dimāghi wa nafsī min kulli sū’in, waj‘al quwwatī wa nafsī khādi‘atan li amrika.


Terjemahan Indonesia:

“Ya Allah, sucikanlah hatiku dan akal pikiranku dari kejahatan dan pikiran yang merusak, lindungilah otakku dan diriku dari segala keburukan, dan jadikanlah kekuatanku serta diriku tunduk sepenuhnya kepada perintah-Mu.”

Ikrar Pemutus Buhul Sihir

 Ikrar Pemutusan Buhul Sihir


🕋 (1) Bahasa Indonesia



Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.


Ya Allah, dengan nama-Mu yang Maha Suci dan Maha Perkasa, aku bersumpah dan berikrar di hadapan-Mu:


Bahwa aku melepaskan diri dari segala bentuk sihir, guna-guna, buhul, dan ikatan jin atau manusia yang mengikat jiwaku, ragaku, pikiranku, dan nasibku.


Aku menolak dan memutus setiap perjanjian, buhul, atau ikatan yang pernah dibuat dengan sadar ataupun tidak sadar, baik oleh diriku sendiri, oleh orang lain, ataupun oleh makhluk gaib atas namaku.


Aku kembalikan segala buhul dan sihir itu kepada asalnya dengan izin Allah, tanpa menyakiti siapa pun.


Ya Allah, bebaskan jiwaku, tubuhku, rezekiku, dan takdirku dari pengaruh sihir, jin, dan manusia yang zalim.


Jadikan diriku hanya terikat kepada-Mu, ya Allah — Tuhan semesta alam.


Dengan nama Allah yang Maha Kuasa, aku putuskan semua buhul, ikatan, dan perjanjian batil ini — dan aku berlindung di bawah perlindungan-Mu semata.


Allāhu Akbar!


Ya Allah, limpahkan cahaya-Mu ke dalam jiwaku, dan jadikan tubuhku benteng dari segala kejahatan yang tampak maupun tersembunyi.


Āmīn, yā Rabbal ‘ālamīn.






🕌 (2) Bahasa Arab



بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ


أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ.


اَللّٰهُمَّ إِنِّي أُقْسِمُ بِاسْمِكَ الْقُدُّوسِ الْقَوِيِّ، أَنِّي أُعْلِنُ وَأُقِرُّ أَنِّي أَتَبَرَّأُ مِنْ كُلِّ سِحْرٍ وَرَبْطٍ وَعُقْدَةٍ وَعَهْدٍ، صُنِعَ عَلَيَّ أَوْ لِي، سَوَاءً بِعِلْمِي أَوْ بِغَيْرِ عِلْمِي، مِنْ إِنْسٍ أَوْ جِنٍّ.


أَرُدُّ كُلَّ سِحْرٍ وَرَبْطٍ إِلَى أَصْلِهِ بِإِذْنِ اللّٰهِ، دُونَ أَنْ أُؤْذِيَ أَحَدًا.


اَللّٰهُمَّ أَعْتِقْ نَفْسِي وَجَسَدِي وَرِزْقِي وَقَدَرِي مِنْ كُلِّ سِحْرٍ وَظُلْمٍ وَتَسَلُّطٍ.


وَاجْعَلْنِي عَبْدًا لَكَ وَحْدَكَ، يَا اللّٰهُ، رَبَّ الْعَالَمِينَ.


بِاسْمِ اللّٰهِ الْقَوِيِّ الْقَادِرِ، أَقْطَعُ كُلَّ عُقْدَةٍ وَرَبْطٍ وَعَهْدٍ بَاطِلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ كُلِّ شَرٍّ ظَاهِرٍ وَخَفِيٍّ.


اَللّٰهُ أَكْبَرُ!


اَللّٰهُمَّ أَنْزِلْ نُورَكَ فِي نَفْسِي، وَاجْعَلْ جَسَدِي حِصْنًا مِنْ كُلِّ شَرٍّ وَسِحْرٍ.


آمِينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.






📖 (3) Latin (Transliterasi)



Bismillāhirraḥmānirraḥīm.


Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan rasūlullāh.


Allāhumma innī uqsimu bismikal-quddūsil-qawiyy, annī u‘linu wa uqirru annī atabarra’u min kulli siḥrin wa rabṭin wa ‘uqdatin wa ‘ahdin, ṣuni‘a ‘alayya aw lī, sawā’an bi‘ilmī aw bighayri ‘ilmī, min insin aw jinnin.


Aruddu kulla siḥrin wa rabṭin ilā aṣlihī bi-idznillāh, dūna an u’dziya aḥadan.


Allāhumma a‘tiq nafsī wa jasadī wa rizqī wa qadarī min kulli siḥrin wa ẓulmin wa tasallutin.


Waj‘alnī ‘abdan laka waḥdaka, yā Allāh, rabbal-‘ālamīn.


Bismillāhil-qawiyyil-qādir, aqṭa‘u kulla ‘uqdatin wa rabṭin wa ‘ahdin bāṭil, wa a‘ūdzu bika min kulli syarrin ẓāhirin wa khafiyyin.


Allāhu Akbar!


Allāhumma anzil nūrak fī nafsī, waj‘al jasadī ḥiṣnan min kulli syarrin wa siḥrin.


Āmīn yā rabbal-‘ālamīn.


IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN (untuk jomblo akut menahun karena jin dan sihir)

IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN

(untuk jomblo akut menahun karena jin dan sihir)
========================
Yang boleh mengucap ikrar ini adalah :
1.Akhwat yang jomblo akut menahun?
2. Mau menikah selalu gagal.
3. Dicintai jin.
4. Disihir oleh seseorang agar tidak bisa menikah.
5. Sering mimpi bersetubuh dengan jin
6. Ketika tidur merasa disampingnya ada sosok ghoib yang menjaga.
7. Pernah bermimpi menikah dengan makhluk ghoib atau sosok manusia.
8. Diancam oleh seseorang yang kita tolak cintanya dengan ancaman anda tidak akan dapat menikah dengan siapapun.
Prosedur pelaksanaan :
ACUNGKAN 1 JARI TELUNJUK KELANGIT.
A. Jika anda disukai, disetubuhi oleh Jin
Ucapkan Ta'awudz dan shalawat nabi 3 kali.
Lalu ucapkan dengan tegas !
" IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN"
YA ALLAH, BAHWA DIRI SAYA DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SAYA MEMUTUS HUBUNGAN LAHIR BATHIN DENGAN JIN YANG MENYUKAI SAYA SECARA SEMPURNA.
JIKA JIWA SAYA PERNAH TANPA SADAR DINIKAHKAN SECARA GHOIB DENGAN SEGOLONGAN JIN DENGAN INI SAYA MENGIKRARKAN MENOLAK PERNIKAHAN ITU.
YA ALLAH JADIKANLAH WAJAH DAN TUBUH SAYA AMAT JELEK DIMATA JIN ITU, JADIKANLAH TUBUH SAYA MENJADI AMAT PANAS UNTUK DISENTUH OLEH JIN MANAPUN JUGA.
DENGAN IZINMU YA ALLAH, TERLEPAS SEMUA HIJAB DAN BUHUL SIHIR YANG ADA TUBUH FISIK DAN JIWAKU.
AAMIIN YA ALLAH.
Ucapkan sampe 3 kali lalu dekatkan kedua telapak tangan kemulut dan bacalah surat Alfatihah, ayat kursi, al.ikhlas, al falaq dan an naas 3 kali setiap selesai 1 surat dihembuskan kekedua telapak tangan lalu ucapkan keseluruh tubuh dimulai dari kepala 3 x usapan. Leher, dada, perut, tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan dan kiri sebanyak 3 x.
Lalu ambil air 1gelas dekatkan gelas kemulùt. bacakan surat alfatihah, ayat kursi, al.ikhlas, al falaq dan an naas sebanyak 3 x setiap selesai satu surat hembuskan nafas kedalam air lalu minum baca bismillah pake tangan kanan.
B. Jika anda disihir oleh manusia atau orang yang pernah menyukai anda namun anda tolak cintanya atau mantan anda.
Ucapkan Ta'awudz dan shalawat nabi 3 kali.
Lalu ucapkan dengan tegas !
" IKRAR PEMUTUS HUBUNGAN"
YA ALLAH, BAHWA DIRI SAYA DENGAN INI MENYATAKAN BAHWA SAYA MEMUTUS HUBUNGAN LAHIR BATHIN DENGAN ......... (sebutkan nama orangnya) YANG MENYUKAI SAYA SECARA SEMPURNA.
JIKA JIWA SAYA PERNAH TANPA SADAR DINIKAHKAN SECARA GHOIB DENGAN .......... (sebutkan nama orangnya) DENGAN INI SAYA MENGIKRARKAN MENOLAK PERNIKAHAN ITU.
DENGAN IZINMU YA ALLAH, TERLEPAS SEMUA HIJAB DAN BUHUL SIHIR YANG ADA TUBUH FISIK DAN JIWAKU.
AAMIIN YA ALLAH.
Ucapkan sampe 3 kali lalu dekatkan kedua telapak tangan kemulut dan bacalah surat Alfatihah, ayat kursi, al.ikhlas, al falaq dan an naas 3 kali setiap selesai 1 surat dihembuskan kekedua telapak tangan lalu ucapkan keseluruh tubuh dimulai dari kepala 3 x usapan. Leher, dada, perut, tangan kanan, tangan kiri, kaki kanan dan kiri sebanyak 3 x.
Lalu ambil air 1gelas dekatkan gelas kemulùt. bacakan surat alfatihah, ayat kursi, al.ikhlas, al falaq dan an naas sebanyak 3 x setiap selesai satu surat hembuskan nafas kedalam air lalu minum baca bismillah pake tangan kanan.
========================
Bagi akhwat yang menjomblo silahkan coba tehnik ini saya sudah mencobakan tehnik ikrar pemutus hubungan dengan 4 pasien wanita penderita jomblo akut yang terkena sihir jomblo dan disukai jin di Padang, Alhamdulillah reaksinya dahsyat ada yg langsung bercahaya kembali wajahnya atau langsung terjadi efek cleansing/detok.

Wallahu a'lam

Doa Memohon Takdir yang Baik

 Doa Memohon Takdir yang Baik


Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ،

وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ،

وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا


Latin (Transliterasi):

Allahumma inni as’aluka al-jannata wa mā qarraba ilayhā min qawlin aw ‘amal,

wa a‘ūdzu bika mina an-nāri wa mā qarraba ilayhā min qawlin aw ‘amal,

wa as’aluka an taj‘ala kulla qadā’in qadhaytahu lī khayrā.


Terjemahan (Bahasa Indonesia):

"Ya Allah, aku memohon kepadaMu surga dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadaMu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan kepadanya, baik berupa ucapan maupun perbuatan. Dan aku memohon kepadaMu agar Engkau menjadikan setiap ketetapan yang Engkau tetapkan untukku sebagai kebaikan."


(HR Ibnu Majah)